Selasa, 21 Desember 2010

Mau Gaji Rp. 200 Juta Perbulan?


Ada perusahaan yang siap menggaji karyawannya 200 juta per bulan belum termasuk tunjangan-tunjangan yang lainnya. Mungkin anda akan bertanya kerjanya pasti aneh-aneh deh. Atau mungkin ini tawaran MLM. Tidak.. ini adalah kantor biasa. Pekerjaannya sesuai dengan bidang masing-masing. Bagian marketing ya kerja marketing, bagian front office ya jaga di depan, sedangkan bagian administrasi ya ngurusi administrasi.
Gimana.. Mau?


Saya yakin anda semua mau. Siapa sih yang nggak mau? Jadi pegawai kantoran. Datang pagi pulang sore dapat gaji 200 juta sebulan. Apalagi yang bagian front office, tinggal duduk manis di depan kantor melayani tamu yang datang. Enak banget. Soal bangkrut atau tidak urusan nanti. Toh kalaupun bangkrut kita masih dapat uang gajinya untuk buka usaha kan? Jika anda disini, berarti anda termasuk golongan pegawai pertama.

Tapi sebagian dari anda pasti bertanya juga. Lha apa perusahaan gak bangkrut tuh ngasih gaji karyawan 200 juta sebulan? Emang pendapatan perusahaannya berapa? Selamat, anda adalah golongan pegawai kedua.
Sebagian yang lain pasti akan menjawab tidak mau. Kenapa? Dengan gaji tinggi tentu tuntutan pekerjaan tinggi. Kalau nggak berhasil, kita bisa dipecat dan gak dapat apa-apa. Bagus, anda adalah golongan pegawai ketiga.

Sering saya jumpai orang-orang yang masuk golongan pertama dalam menjalankan bisnis online ini. Jika mereka masih menganggap bisnis online seperti orang ke kantor pergi pagi pulang sore dan menjalankan SOP yang ditetapkan perusahaan, mungkin masih ada hasilnya. Tapi kenyataannya, karena SOP tidak ada, tidak perlu ke kantor akhirnya mereka ya nggak melakukan apa-apa. Menunggu master ngasih step by step. Kalau nggak berhasil, menyalahkan master karena gak bisa ngasih step yang bagus sehingga hasil yang didapat nol besar.

Dan biasanya golongan seperti ini, lebih suka bergerak di bisnis-bisnis ala pegawai seperti PTC (Pay To Click). Dimana mereka cuma perlu datang ke web, klik beberapa iklan lalu facebookan ampe sore. Atau bisnis-bisnis model survey. Jangan harap mereka akan mau belajar bahasa Inggris apalagi nulis artikel bahasa Inggris. Males aah.

Dengan kerja macam itu, mereka pengen gaji tinggi. Dan memang PTC itu ngasih gaji tinggi juga, tapi cuma beberapa member aja. Setelah itu, yang lain gak kebagian lagi karena PTC-nya keburu tutup. Stress… si golongan pertama pun cari PTC lain. Nyepam di blog dan email master menanyakan PTC apa yang nggak SCAM. hehehe…

Sedangkan golongan kedua, mereka ini bertanya-tanya dulu. Bener nggak kita dikasih gaji segitu. Lalu tanya, kerjanya kayak gimana? Teknisnya gimana? Alamatnya dimana? Jaminannya apa? Ada surat-surat resminya nggak? Penanggung jawab siapa? Bahkan mungkin kalau perlu tanya juga nama pak RT-nya siapa, pak Lurah siapa? Pokoknya semua ditanyakan. Padahal alasannya cuma takut ketipu atau trauma dengan bisnis-bisnis yang ada.

Parahnya lagi setelah tahu bagaimana caranya, mereka cuma bilang “0000 gitu toh..” setelah itu ya we..hewes..hewess.. bablas angine. Gak kelihatan lagi aksinya. Semua teknis dan SOP yang ditanyakan begitu mendetail gak ada satupun yang dijalankan. Atau dijalankan sebagian dan ditinggalkan sebagian lain. Akhirnya sama aja dengan pertama, kalaupun berhasil dapatnya dikit banget

Golongan ketiga adalah yang paling cocok di bisnis online. Mereka ini tahu betul bahwa selalu ada harga yang harus dibayar untuk hak yang dia terima. Kalau 200 juta sebulan hanya dibayar dengan kerjaan duduk manis di depan kantor, jelas ini nggak sesuai. Dengan tegas mereka bilang tidak mau. Mereka ini bukan cuma mikir diri sendiri, tapi juga perusahaan tempat mereka bernaung. Bahkan kalau perlu mereka akan protes pada manajemen atas kenaikan gaji edan-edanan itu.

Kalaupun tenyata perusahaan benar-benar menerapkan gaji 200 juta sebulan. Maka mereka akan berupaya semaksimal mungkin agar perusahaan bisa untung minimal 2x gajinya yaitu 400 juta sebulan. Inilah pegawai berjiwa enterpreneur. Jika anda punya pegawai seperti ini, selamat anda sudah punya rekan terbaik yang siap memajukan perusahaan anda.

Pembeda besar seorang berjiwa pegawai dan pebisnis adalah bagaimana sikapnya terhadap orang lain. Pegawai cenderung mementingkan diri sendiri daripada perusahaan. Sedangkan pebisnis mementingkan perusahaan daripada dirinya sendiri. Itulah sebabnya orang-orang berjiwa pebisnis, walaupun mereka pegawai tapi karir mereka akan cepat melesat daripada mereka yang berjiwa pegawai.

Bagaimana? Masih mau Rp. 200 juta sebulan?

InfoDahsyat buat Anda
kalau mau coba yang satu ini, Anda bisa dapatkan uang dibawah Rp. 200 juta dengan mudah dan gampang, gak perlu bingung maupun stress memikirkan untuk mendapatkannya. Tentunya bisa menjadikan Anda betah dirumah bersama keluarga, sambil minum kopi, teh atau susu sambil menunggu uang datang dengan tiba-tiba, antara Rp. 2-3 juta/perbulan. Lebih mengasikan, gak perlu susah payah mencarinya. Silakkan klik disini untuk mendapatkan infonya

Source : cafebisnis.com

0 komentar:

Posting Komentar

Search